MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Selasa, 22 November 2011

Kisah Ibu Yang Kedua Bola Matanya Terancam Buta Permanen

Ibu beranak satu itu kebetulan teman isteri saya. Namanya Bu Mylan. Tadi malam, isteri bercerita panjang lebar tentang keadaan fisik dan kesehatannya. Yang terus terang begitu selesai isteri bercerita, bulu kuduk ini pun berdiri. Rasa kasihan yang besar dan simpati pun muncul, yang rasa rasanya berbarengan dengan mulut ini selalu berucap syukur atas nikmatNya kepada saya.
Secara finansial, Bu Mylan bukanlah orang yang kekurangan. Secara kasat mata pun, orang bisa dengan mudah memberikan penilaian bahwa dia orang kaya.

"Itulah mba, orang luar bilang kami kaya, hidup senang dan sebagainya. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam kehidupan kami,” kata Bu Mylan kepada isteri dengan menghela napas panjang...
Kurang lebih beberapa tahun yang lalu, peristiwa yang menyanyat hati Bu Mylan pun menimpanya. Dulu, dia pernah terjatuh. Keras. Dan malangnya, bagian kepala bagian belakang yang terbentur keras. Batok kepala bagian belakang kedua telinga nya terbentur. Tapi entah kenapa saat kejadian itu, dia merasa biasa saja. Tidak ada yang kurang. Dan dia pun tidak memeriksakan ke dokter segera. Karena menurut dia, nothing wrong.
Seiring berjalannya waktu, trauma di bagian belakang kepalanya itu sering menyebabkan pusing dan menimbulkan semacam 'tegangan' di sekitar kedua bola matanya. Semaking lama semakin mengganggu dan menyakitkan, akhirnya dia pun memutuskan pergi ke dokter untuk mengkonsultasikan keluhannya itu.
Tak berapa lama, dokter pertama yang memeriksanya itu pun memberikan rujukan untuk diperiksakan ke dokter spesialis mata dan syarat. Akhirnya Bu Mylan pun pergi ke dokter spesialis mata dan syaraf rujukan itu. Sendirian dia pergi memeriksakan keluhannya, karena sang suami sedang ke luar kota.
"untung ibu segera kemari, terlambat sedikit ibu kedua matanya bisa buta permanen," itulah kalimat yang pertama muncul dari dokter spesialis mata dan syaraf kepada Bu Mylan.
"saat itu mba, serasa disambar petir di siang bolong. Mana sendirian gak ditemani suami, saya pun hanya bisa menyebut asmaNya dan beristighfar, lanjut Bu Mylan bercerita seraya menatap lemah ke isteri saya.
"sabar ya bu, yakinlah, bahwa setiap sakit pasti akan ada obatnya dari Allah SWT untuk kesembuhan ibu, hibur isteri kepada Bu Mylan.
"itulah yang saya tunggu sampai saat ini mba, saya tidak bisa membayangkan kalau benar benar kedua mata saya buta permanen, sergah Bu Mylan sambil sesenggukan.
Isteri pun melanjutkan ceritanya kepada saya, bahwa Bu Mylan divonis entah apa pun namanya. Yang jelas kedua bola mata nya terancam buta permanen. Sangat sangat terancam. Ibarat seperti penyakit hipertensi, yang seandainya salah sedikit dalam makan bisa menyebabkan tekanan darahnya naik dan bisa fatal. Begitu pun vonis yang diterima Bu Mylan. Dia tidak bisa membaca barang sebentar, apalagi untuk waktu yang lama. Untuk membaca, menghafal Al Qur'an entah mengapa bisa semakin menyakitkan kedua bola matanya. Bahkan untuk sekedar berkonsenterasi pun, kalau bisa dihindari karena bisa membahayakan kedua bola matanya.
Di kedua bola hitam matanya, ada seperti katup, yang setiap saat dan kapanpun bisa segera menguncup dan menutup penglihatannya. Dan...bisa membutakan secara permanen. Sampai saat ini, Bu Mylan pun masih kontrol ke dokter spesialis mata dan syaraf itu, hanya sekedar untuk diberi seperti salep olesan untuk menahan agar katup itu tidak menutup bulatan hitam di kedua bola matanya.
"bukannya murah mba, sekali kontrol bisa sampai 5 jutaan bahkan lebih," pungkas Bu Mylan mengakhiri percakapannya.
Saya pun menghela napas dalam dalam. Malam itu, mata ini hanya bisa menerawang jauh. Menyusuri seisi kamar, yang alhamdulilah penglihatan saya masih bisa menjangkaunya dengan sempurna. Atas nikmat penglihatan itu pun, bibir ini tak henti hentinya bersyukur kepada Allah SWT. Yang telah memberikan penglihatan, yang dengan itu bisa melihat indah dan warna warninya dunia ini....
-------------------------
Semoga kedua mata kita yang masih sempurna digunakan untuk yang disukai Allah SWT, sebagai ujud dan bukti syukur nikmat penglihatan kita. Amin Ya Robb.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar