MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Senin, 28 Maret 2011

== Ustad (yang) Artis ==

rasanya jijik melihat perilaku artis yang bercerai.
salah satu rasa jijik itu
muncul ketika satu dengan yang lainnya saling serang.
saling umbar aib satu sama lainnya.
saling bongkar kekurangan yang dulu ketika masih bersama
ditutupi rapat rapat. tapi setelah bercerai terbukalah pintu itu.
oleh tangan mereka sendiri. ah jijik kali lihatnya.


ketika masih bersama. dunia serasa milik berdua.
ketika masih bersama. punyamu adalah kepunyaanku.
ketika masih bersama. rasa pahit kan berganti manis.
tapi janji mereka itu segera tercederai ketika cerai.
rasa rasa indah itu berganti setelah mereka tidak bersama lagi.
dulu seperti bersama jiwa sendiri ketika kemana pergi.
setelah berpisah seakan seperti bertemu musuh dan lawan.
saling serang. saling membongkar. saling membenci.

bodoh kali mereka itu. Allah sudah dengan "baik"
menutup rapat setiap aib dari mereka..malah mereka sendiri
yang membuka semua aib itu. dengan bangga yang dibungkus benci.
dengan rasa senang penuh dendam dan kesumat.
(harusnya) tutup lah aib itu walau sudah tidak bersama lagi.
mengapa harus mengumbar akan aib itu duhai para artis yang bercerai.

kalau mereka ditanya oleh wartawan infotainment.kenapa bercerai.
kompak mereka akan menjawab sudah tidak ada kecocokan lagi.
tapi, ternyata tak cukup disitu.
malah setelahnya, aib aib dari pasangannya dulu di obral.
tanpa rasa malu. ah..bodoh kali mereka itu,,,

sebentar, jiwa ini terhenyak.
ketika yang dilihat ternyata bukan seorang artis yang bercerai.
ketika baik baik diperhatikan bukanlah bintang sinetron itu yang berpisah.
tapi ternyata seorang ustad. yang konon dia adalah isi dari sebuah perut.
ustad itu tidak bercerai dengan pasangannya....
ustad itu tidak telah berpisah dengan istrinya...
ustad itu juga bukan artis yang sedang bercerai...
ya....dalam hati dengan mantap ku bergumam
ustad itu telah "diceraikan" oleh sebuah gerbong kafilah dakwah.
ingat....
beliau telah diceraikan karena telah memenuhi standar perceraian..
standar itu telah dengan ketat melalui aneka ragam debat dan diskusi...

dan ingat pula....
ustad itu juga tidak minta cerai...
juga tidak (dengan sadar) mundur karena pemikiran dia seorang..
tetapi telah diceraikan....telah dikeluarkan dari sebuah keluarga..
sekali lagi telah diceraikannya setelah melewati rangkaian prosedur.

dan PROSEDUR/SISTEM BERADA DI ATAS PRIBADI...

ah indah nian lah itu..
tidak melihat seorang ustad yang mempunyai ponpes..
kalau memang sudah memenuhi standar perceraian itu..
tidak ada kata kompromi..
yang ada, adalah diceraikan...

ya Allah...
konon pula diri ini...
yang tiada predikat maupaun sandangan ustad...
diri ini yang tidak punya ponpes...
tidak sebanyak 'amal kebaikannya dibanding ustad itu..
sangat mudah (tentunya) untuk diceraikan..

sebentar,,,,jiwa ini kembali terhenyak
terhenyak sangat sangat terhenyak....
tiba tiba saja ustad itu..
yang telah diceraikan..
kok bisanya mengikuti perilaku artis yang bercerai...
ya..artis yang ketika telah bercerai..
mereka dengan bangga membuka aib satu sama lain..
mereka dengan sadar membuka semua kekurangan pasangannya...
dan ustad itu...
(mengapa) berperilaku sama dengan artis yang bercerai..
(mengapa) ustad yang mulia itu membongkar...
yang mungkin bagi sebagian orang aib aib keluarganya
yang mungkin bagi orang diluar sana kekurangan keluarganya
yang mungkin masyarakat kira itulah kelemahan kelemahannya..
bersyukur dan beruntung diri ini...
ternyata kepala keluarga ini tidak mengikuti perilaku artis yang bercerai..
karena keluarga ini yakin bahwa engkau ustad telah diceraikan...
sehingga kami pun tidak akan membalas serangan dengan serangan...
tidak akan membalas kebencian dengan kebencian...
tidak akan mengumbar aib mu, sebagaimana engkau telah mengumbar...


duhai ustad.....
kalau lah itu betul merupakan aib keluarga
kalau lah itu betul kelemahan dan kekurangan keluarga..
mengapa pula engkau bongkar itu semua dengan semangat..
padahal dulu engkau lah salah satu dari keluarga itu..
dan padahal pula Allah juga menutupnya...
mengapa engkau bongkar itu
mengapa...
mengapa..
mengapa....

duhai ustad...
bagaimana kiranya jika yang engkau katakan itu tidak benar..
bagaimana seandainya apa yang engkau bilang tak semuanya benar..
bagaimana..
bagaimana...
bagaimana....

merenung diri ini dalam keheningan malam...
menangis jiwa ini...
atas perilakumu duhai ustad....
menangis diri ini..
atas ketabahan dan kesabaran para qiyadah qiyadah kami itu..

ya Allah...
ada apa dibalik ini semua.........

sebentar, jiwa ini sedikit terhibur...
dengan perkataan engkau duhai ustad..
saya melakukan ini semua karena cinta dan ingin memperbaiki..
memperbaiki keluarga yang sudah tidak sesuai lagi
dengan asholahnya....

tapi,...
beginikah cara yang terbaik untuk mengembalikan keluarga ke khittahnya (andai karena salah)
beginikah cara yang terapik untuk memperbaiki sesuatu yang salah diantara kita...

ah....
diri ini tak sepenuhnya percaya atas alasan mu duhai ustad...
diri ini juga kan tetap disini...
bersama keluarga besar kami...
yang telah menunjuki kepadaku indahnya ukhuwah itu...
yang telah mengajariku akan kebaikan kebaikan itu...
yang telah menyemaikan semangat berislam secara baik dan menyeluruh..
yang telah mempertemukan dengan orang orang sholeh....

dan...
sekali lagi ku tetap disini...
silahkan engkau umbar apa yang engkau suka duhai ustad...
silahkan engaku berkicau sampai kapanpun yang engkau suka duhai ustad...
tetapi, sekali lagi...
aku tetap disini...

merenung diri ini dalam kesendirian...
jikalah seorang ustad saja bisa diceraikan
tentulah aku yang bukan papa tentunya bisa dengan mudah untuk diceraikan...

karena keluarga ini tidak butuh aku...
tapi akulah yang butuh keluarga ini..

dan karena syetan selalu setiap saat menggoda...
dan karena musuh musuh itu selalu mengintai..
tentunya aku pun mudah terkelabui...
terlebih ternyata ustad itu juga sudah "terkelabui"...

merenung diri ini dalam kesunyiannya malam...
berdoa diri ini dalam kesendirian..

ya Allah...
Engkaulah pemilik setiap kalbu manusia...
Engkaulah penguasa alam semesta...
kokohkanlah selalu diri ini dalam keluarga ini...
lindungilah dari fasad yang ditimbulkan musuh musuh itu..
lindungilah dari syetan yang sentiasa menggoda..


ya Allah....
buka kan lah pintu hati ustad itu...
untuk (sekedar) diam...
jauhkanlah rasa benci atas keluarga ini..

ya Allah...
atas qiyadah qiyadah kami..
kuatkanlah selalu jasmaninya..
tajamkanlah selalu pemikirannya..
sabarkanlah selalu perasaannya...
lapangkanlah selalu dadanya...
agar bisa mengantar keluarga ini...
semakin berkibar dan membesar didalam cinta dan ridhoMu...
kabulkanlah pinta dan doa hamba ya Allah....Amin ya Robbal 'alamin...

(kisaran, 24 maret 2011-09.12 Wib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar