MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Rabu, 01 Juni 2011

Bukan Jamannya Lagi, Biar Miskin Asal Cinta

Terkadang saya tersenyum sendiri, kalau mendengar kata kata gombal orang yang lagi pacaran. Atau bahkan orang yang sudah berkeluarga. Mereka mengungkapkan cinta setulus hati. Akan sehidup semati dengan sang pilihan hati. Bahkan berkata biarpun tinggal di gubuk reot, biarpun makan sehari sekali ku tetap cinta kamu apa adanya.


Gubrak. Saya bukanlah orang yang kaya. Sangat kaya pun tidak. Hanya saja persepsi seperti itu (senang hidup dengan cintaku biar di gubuk reot) - menurutku - sudah bukan jamannya lagi. Kenapa kita (sebagai lelaki) tidak bekerja semaksimal mungkin, berkarya sekuat tenaga biar jadi orang kaya. Kan lebih nikmat tinggal di istana megah nan luas dan ada cinta disitu. Hidup akan lebih indah ada cinta dan ada rumah istana. Ah aku pun pengin lah itu……

Saya teringat nasihat Anis Matta (Wakil Ketua DPR RI), salah satu keberkahan sebuah negeri dilihat dari perilaku orang kaya nya. Begini begini. Jika sebuah daerah, taruhlah di RT tempat tinggal kita jumlah orang baik/ sholeh yang kaya itu lebih banyak dari orang jahat/nakal yang kaya maka itu bisa dijadikan salah satu indikator keberkahan dari RT tempat tinggal kita.

Saya yakin, Anda para kompasianer adalah orang baik semuanya. Dan saya ingin bertanya kepada Anda, seandainya Anda diberi uang 1 Milyar kira kira uang itu akan dipakai buat apa. Yang muslim tentu akan naik haji, atau menghajikan orang tua, mertua, bayar zakat, beli rumah, beli mobil dan belanja sesuai keinginan hati (baju,celana dll). Itu kalau Anda baik. Tapi saya yakin jika uang 1 Milyar itu diberikan kepada orang jahat atau paling tidak hatinya kotor. Ya tentunya uang itu dipakai (mungkin) untuk judi, mabuk mabukan, pergi ke klab malam, dan seabrek syahwat lainnya. Lha wong punya uang 1 Milyar kok.

Itu dia maksudnya. Jika perputaran uang lebih banyak dikendalikan orang baik seperti para kompasianer tentu akan dipakai untuk yang baik baik. Dan itu semuanya akan mengundang kebaikan kebaikan selanjutnya. Dan sudah pasti Yang Di Atas akan menurunkan kebaikan kebaikan.

Jadi, bukan jamannya lagi biar miskin asal cinta. Ayo kita jadi orang kaya dan disitu ada cinta. Kita berusaha kaya sesuai kadar dan kemampuan kita masing masing. Yang bisnisman kerja keras biar jadi bisnisman yang kaya. Yang guru kerja yang bagus biar mengundang kekayaan. Dan tentu usaha usaha biar kita cepat kaya dibarengi dengan doa. Sehingga nantinya jika sudah benar benar kaya tidak sampai lupa daratan.

Mulailah dari sekarang mengecilkan angka angka uang itu. Jika didompet ada duit 20 ribu, infakkan bisa 10 ribu atau bahkan semuanya. Jika kita ada duit satu juta infakkan. Jika kita punya 500ribu infakkan. Sehingga angka angka itu jadi kecil di kepala kita. Sehingga ketika kita infak yang besar, itu masih kecil. Dan akhirnya kita mulai terbiasa dengan angka angka itu untuk diinfakan, dan semakin mendorong kita untuk infak yang lebih besar lagi. Semakin kita sering infak insya allah akan mengundang 10 kebaikan.

Jangan lupa biasakan selalu doa untuk jadi orang kaya. Berdoa untuk punya rumah, mobil, jadi kaya. Surga aja diminta, masa kita berdoa biar kaya tidak boleh, masa kita berdoa biar punya mobil terlarang. Saya sendiri memulai triks seperti yang diajarkan Anis Matta. Jika dijalan ketemu mobil mewah saya akan berdoa sambil baca Al Fatihah. Jika melewati rumah besar nan megah saya kan berdoa sambil usap usap rumah tersebut. Kita tidak tahu dari mulut mana dan saat kapan doa kita akan dikabulkan. Jadi tidak ada salahnya berdoa berdoa berdoa.

Nah kalau sudah kita bekerja maksimal, sudah berdoa selanjutnya tawakal. Rejeki tidak akan tersesat menuju sasaran. Dan kalau ternyata itu semua sudah kita kerjakan, namun kekayaan tidak menghinggapi kita, jurus terakhir adalah sabar dan banyak banyak berbaik sangka.

Berbaik sangka jika ternyata yang kaya orang lain sekitar kita. Berbaik sangka jika ternyata teman, kerabat, om, tante yang kaya bukan kita yang kaya. Jangan langsung memvonis mereka kaya karena korupsi, mereka punya rumah megah karena bisnis haram, mereka punya mobil karena curang. Pokoknya jika sekitar kita yang kaya dan kita belum kaya berbaik sangkalah kepada atas kekayaan mereka. Jangan sampai kita sudah gak kaya, selalu sinis dan memvonis negatif eh dapat dosa lagi. Apes betul lah kalau gitu…

Intinya jadilah kaya, mari kita sebagai orang yang baik baik rebut perputaran uang itu agar perputaran uang di negeri kita dikuasi oleh orang baik seperti kita. Rosululah SAW juga orang kaya. Bahkan sangat kaya. Menikah saja memberi antaran 100 unta. Sahabat sahabat beliau juga kaya. Dan terbukti di jaman Rosulullah karena perputaran uang direbut orang orang baik yang tidak lain para sahabatnya negeri Makkah penuh berkah. Dan ingat sahabat, diluar sana ada orang yang memang benar benar super kaya, yang bercita cita memporak porandakan serta menghancurkan negeri kita dengan kekayaan mereka……

Selamat bekerja dan berkarya……..Jadilah orang kaya

Salam….dari orang yang berusaha jadi orang kaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar