MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Rabu, 01 Juni 2011

Sekarang, Jangan ditunda tunda Lagi ! ! !

beruntung saya, bisa ikut kajian dari Ustadzah Wirianingsih (bu wiwi).
pada suatu kesempatan beliau mengunjungi pangkalan bun. sebagai narasumber
acara kewanitaan disana. namun sebelum mengisi acara, seperti kebiasaan
sebelumnya ada acara taujih. mumpung ada orang jakarta datang, masa
gak dimanfaatin. begitu kira kira analog kaderisasi.


waktu itu bu wiwi hadir bersama anak perempuannya. tinggal 2 juz lagi
dia kan hafidz/hafal al qur’an. keluarga bu wiwi memang ruar biasa.
semua anak anak nya penghafal qur’an. dan sudah mendekati ke titik
hafidz/ah.

dari tatapan matanya, dari penampilannya, dari cara ngomongnya saya bisa
menyimpulkan bu wiwi sosok yang disiplin, tegas dan keibuan. banyak sekali
yang beliau sampaikan waktu itu. mulai dari perkenalan pertama kali dengan
dakwah, pernikahan dengan mas tamim sampai tugas dakwah pertama keluar kota
disaat anaknya sakit keras.

ketegasan dan kedisiplinan bu wiwi nampak sekali saat diberi kesempatan
sama moderator untuk bicara. sebelum bicara panjang lebar, bu wiwi tegas
bertanya sama moderator. sampai jam berapa saya diberi waktu untuk ngomong.
jangan sampai saya sedang bicara ditengah jalan disodori kertas. waktu tinggal
dua menit lagi.

sontak (menurut pengamatanku) audiense tertawa kecil. ada pula yang cuma
tersenyum. saya salah satu yang tertawa. tapi hati saya tersinggung juga.
tegas memang apa yang bu wiwi sampaikan tentang waktu saat itu. tapi pas, menusuk
kebiasaan saya atau kebanyakan orang. biasa kalau sudah ngomong tak jelas
kesana kemari. lewat waktu yang ditentukan. susah untuk mengingatkan.
maka salah satu jalan. ya itu tadi menyodorkan kertas peringatan. waktu
habis. atau. waktu tinggal dua menit lagi.

ternyata bu wiwi tidak suka akan hal itu. beliau lebih suka menanyakan
sampai jam berapa dikasih waktu untuk ngomong. dan terbukti. sesuai jatah.
bahkan sebelum jatah kurang sedikit, bu wiwi sudah menyelesaikan taujihnya.
ruarr biasa disiplin nya. salut saya.

namun demikian, ada untaian kalimat yang sampai sekarang masih kuat
terngiang ngiang di benak dan pikiran saya. kalimat itu (sekuat tenaga)
saya untuk bisa mencoba dan mempraktekkannya.

“kalau kita mau melakukan amal ibadah kebaikan, ketika baru terbersit
niatan itu. segera kerjakan. sekarang. jangan ditunda tunda lagi.
misalnya, lagi enak kita kerja. terbersit sholat dhuha. kerjakan saat itu juga.
jangan tunggu nanti. dan jangan tunda tunda.”, bu wiwi menerangkan dengan gaya khasnya.

desssss,, seperti terkena sayatan pisau. pas menghujam di hati. betul juga batinku.
memang sering, saya pribadi mengulur waktu untuk berbuat kebajikan. entar ah. nanti aja ah.
dan ternyata memang, itu semua mengurangi semangat untuk berbuat kebajikan.
itulah mungkin maksud bu wiwi. jelas. tegas. dan mengena.

terima kasih bu wiwi, kata katamu kan dengan kuat ku coba tuk praktekkan. seperti
sekarang ini sudah terdengar adzan ashar. saya kan segera sholat ashar, tapi hujan
deras pula………………….

(massai,kisaran,25 Maret 2011,jam 15.49)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar