MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Rabu, 01 Juni 2011

Ketika Dunia Maya Mengguncang Istana

Terkuaknya kasus dugaan korupsi yang menimpa bendahara umum PD, semakin banyak peristiwa dan kejadian lain yang muncul mengikuti ‘panas’-nya kasus tersebut. Salah satunya ‘perang’ virtual/ maya. Ya..percaya atau tidak, jaman sekarang dengan kecanggihan komunikasinya, biarpun tidak pernah berjumpa secara fisik akan tetapi tulisan bisa ‘mempertemukan’ satu orang dengan orang lainnya.



Membaca koran hari ini, dan mengikuti berita di situs online ternyata ‘di luar’ sana telah terjadi ‘peperangan’ yang bermula dari dunia maya. Genderang ‘perang’ itu, dimulai dari kicauan sebuah akun yang dinilai mengusik dan mengganggu kenyamanan istana. Pihak istana serta merta bereaksi keras, dibantu dengan punggawa punggawa nya berusaha membendung aliran kicauan itu.

Dalam sebuah konferensi pers Presiden SBY mengatakan “Bukannya teknologi informasi, media online dipakai untuk menyebarkan fitnah, pembunuhan karakter, caci maki, bukan cuma saya tapi siapa pun yang menjadi korban teknologi informasi dewasa ini,”

Berkat kemajuan dan kecanggihan teknologi sekarang seorang papa (rakyat biasa) bisa berkoar koar dan tentunya dilihat, dibaca jutaan orang lain. Saking majunya TI sampai sampai membuat Presiden SBY melakukan konferensi pers akibat ulah orang yang memanfaatkan TI.

Bagaimanapun, seharusnya kita bisa lebih bijak menggunakan dan menyikapi TI. Bagi kita yang memanfaatkan TI, seharusnya memberikan saran kritik sesuai dengan kaidah kaidah ketimuran. Tidak perlu ada caci maki disana, tidak perlu saling serang dan hina disana. Yang terpenting gunakan kemajuan TI itu sesuai dengan kebenaran dan kejujuran.

Lha terus bagaimana, yang serta merta kebakaran jenggot padahal belum tentu benar infonya?? Untuk yang seperti ini pun seharusnya janganlah terlalu over acting. Anggaplah kritikan pedas itu sebagai cambuk untuk meningkatkan kinerja. Toh sebagai pejabat itukan punya publik dan bertanggung jawab kepada publik secara keseluruhan. Jadi kalau publik mengkritik pedas, itu sebagai bentuk cinta kepada pejabat yang bersangkutan.

Iya, tapi kan ini pembunuhan karakter namanya?? Ya sudah buktikan bahwa itu salah dan keliru dengan bukti kerja nyata yang lebih baik lagi dari sekarang. Jadi biarpun kicauan itu bernada negatif selalu kita counter attack dengan kerja nyata kerja nyata kerja nyata dan kerja nyata yang lebih lagi tidak perlu membentuk tim/ pasukan di dunia maya untuk meng-counter attack.

Mengenai kritik mengkritik ini alangkah baiknya jika yang mengkritik menggunakan hikmah, cara cara yang baik dan bagi yang di kritik anggaplah ini bukti cinta warganya, sesekali jangan lihat siapa yang mengkritik tapi kalau memang isi dari kritik itu sebuah kebenaran marilah kita terima dengan lapang dada.

Akhirnya semoga peristiwa dunia maya yang mengguncang istana ini tidak serta merta melupakan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat luas. Dengan tantangan jaman yang semakin berat, tentu diperlukan sikap yang saling melengkapi satu sama lainnya.

Dunia maya mulai menunjukan taji nya, sebuah kicauan akun ditanggapi langsung secara terbuka oleh RI-1

Salam Kompasiana!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar