Masih ingat saya kala melihat begitu terlatihnya Tim Densus 88 menyerbu untuk menangkap teroris. Waktu di temanggung, saat itu tivinya bang one menyiarkan secara langsung proses penyergapan itu. Seperti menonton film laga, kita disuguhkan siaran langsung yang menegangkan. Untuk menangkap sang teroris, Tim Densus 88 menggunakan berbagai macam senjata. Mulai dari granat, senapan otomatis bahkan robot untuk membuka pintu rumah tersangka. Dengan operasi yang sedemikian gencar, menyerbu satu rumah yang sudah terkepung membuat tersangka lumpuh.
Tentunya Tim Densus 88 juga merupakan salah satu alat untuk mengamankan stabilitas negara Indonesia. Bagaimanapun juga, Tim Densus 88 bagian yang tidak terpisahkan dari korps Kepolisian Republik Indonesia.
Densus 88 Anti Teror (dan Korupsi)
Dengan prestasi yang terasa gemilang menangkap tersangka teroris, menurut saya sudah saatnya Tim Densus 88 diberi tugas tambahan yang tidak kalah pentingnya dibanding ancaman teroris. Jargon Tim Densus 88 yang Anti Teror harusnya sudah diganti menjadi Anti Teror dan Korupsi.
Ya, korupsi juga ancaman serius stabilitas negara Indonesia. Ketika ancaman teror mengganggu stabilitas kamtibmas, korupsi juga menyebarkan ancaman keuangan yang pada akhirnya juga mengganggu kamtibmas itu sendiri.
KPK Momok Koruptor
Sudah saatnya sekarang KPK bekerja sama dengan Tim Densus 88 untuk menangkap tersangka korupsi. Ketika negara tidak bisa berbuat banyak menangkap koruptor karena misalkan tidak adanya perjanjian ekstradisi, maka ketika Tim Densus 88 turun tangan saya kira bisa memakai chanel Interpol (yang bisa saja negara tetangga tidak ada perjanjian ekstradisi tapi secara kepolisian/interpol tidak bisa mengelak lagi).
Sebagai contoh edi tansil, dari saya kecil masih SLTP sampai sekarang tidak pernah tahu lagi rimbanya. Apakah masih hidup atau sudah operasi plastik. Orang orang semacam ini kan mengorupsi keuangan negara sangat fantastis.
Dana yang mereka korupsi seharusnya bisa untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat tapi hanya dinikmati segelintir orang saja. Inilah gangguan kamtibmas akibat korupsi yang lebih besar lagi dibanding teror itu sendiri.Teror bersifat merusak sendi sendi bangsa, korupsi melemahkan nadi pembangunan negara.
Ketika Tim Densus 88 turun tangan menangkapi koruptor saya rasa bisa menjadi cambuk bagi yang berniat korupsi. Kalau masih melawan, Tim Densus 88 bisa saja melakukan operasi penangkapan layaknya penyerbuan ke rumah tersangka teror.
“sediakan seratus satu peti mati selama saya memimpin, seratus untuk para koruptor dan satu untuk saya jika korupsi,” ungkapan pemimpin di China…
(gublak, dan saya pun terjatuh yang membuat terbangun dari tidur setelah didorong anak saya — oalah ternyata cuma mimpi rupanya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar