Mendengar kata arisan biasanya selalu identik dengan ibu ibu PKK. Karena memang Ibu Ibu PKK itu setiap bulan, bisa tiap triwulan mengadakan pertemuan rutin yang lebih terkenal dengan istilah arisan.
Dulu waktu saya masih kecil (hehehe macem sekarang sudah tua kali pun), sering melihat reunian ala ibu ibu PKK. Biasanya di kampung, arisan dimulai setelah sholat ashar. Acara dimulai dengan petuah dan wejangan dari ibu RT. Tapi sebelum itu, semua Ibu PKK yang hadir disuruh berdiri dan secara bersama sama menyanyikan lagu mars Ibu PKK. Dan dilanjutkan dengan setoran wajib arisan. Selain uang tunai biasanya ada gula dan beras. Sesi yang ditunggu tunggu pun digelar, yakni berupa pengocokan daftar nama dari gelas. Yang keluar namanya itulah yang berhak mendapatkan jatah “kemenangan” (uang, gula dan beras).
Itulah sekelumit, ritual arisan Ibu Ibu PKK. Masih sangat tradisional mungkin, khususnya dalam hal hadiah. Tapi sayangnya, arisan Ibu PKK semakin lama semakin jarang kita lihat. Entah kenapa, jangan jangan ibu ibu PKK sekarang sudah kaya kaya. Padahal nilai lebih dari arisan itu bukan terletak di hadiahnya, menurutku itu juga menjadi ajang silaturahmi yang mengeratkan persaudaraan, daripada cuma ngerumpi aja. hehehe
Di komplek perumahan mewah, arisan juga masih ada kita lihat. Yang membedakan biasanya terletak di hadiah arisan itu. Ibu ibu perumahan mewah bisa saja sekali setor dapat dibelikan mobil baru. Maklum, namanya juga di perumahan mewah. Tak jarang, di sela pertemuan arisan sering dijadikan ajang jualan. Ada baju, ada jajanan, ada sprei yang kesemuanya kelas wahid. Dan tempat pelaksanaannya juga mengambil lokasi yang privat serta lux.
Tapi tak selamanya arisan itu dimonopoli ibu ibu lho. Contohnya saya, dengan teman teman satu angkatan berjumlah dua puluh lima orang sepakat mengadakan arisan. Namanya pun keren….ARISAN NIKAH. Eitssss jangan parno dulu, hadiah arisan ini bukan perempuan lho, tapi uang cash. Peraturannya simple, jika diantara 25 peserta itu yang akan menikah maka otomatis ke 24 orang yang lain wajib setor duit sebesar dua ratus ribu rupiah. Itu artinya, setiap satu peserta yang menikah akan mendapat suntikan dana segar sebesar 4,8 juta rupiah. Angka yang lumayan dan cukup membantu biaya pernikahan, bisa buat beli mahar…hehehehe. Alhamdulilah arisan nikah kami masih berlangsung, karena masih ada peserta yang belum nikah. Dan arisan nikah kami modal utama saling percaya, karena dari 25 anggota tidak ada satu pun yang sama daerah tempat bekerja.
Dipikir pikir arisan memang banyak memberi manfaat. Tak jelas siapa yang pertama kali memulai dan menemukan, tapi arisan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak lama. Semoga saja arisan tidak punah dimakan laju arus modernisasi….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar