MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Rabu, 01 Juni 2011

Maafkanlah Saudaramu - Renungan Jum’at

Dalam Siroh Nabawiyah (Sejarah Kenabian Muhammad SAW), dikisahkan sahabat Ali ra terlibat dalam pertempuran yang sengit. Hingga pada akhirnya, beliau memenangkan duel dengan salah seorang kafir. Orang kafir itu terjatuh dan tersungkur menghujam tanah, dan secepat kilat sahabat Ali ra menodongkan pedangnya ke leher musuh.

Pada saat musuh sudah terdesak, dan maut pun siap menjemput tiba tiba musuh tersebut meludah dan mengena ke sahabat Ali ra. Karena si musuh meludah itulah, akhirnya sahabat Ali ra meninggalkan dia tanpa mesti memotong urat lehernya. Si musuh pun terheran, kenapa Sahabat Ali ra tidak jadi membunuhnya padahal dia sudah kalah. Jatuh. Dengan masih dibalut rasa heran yang tinggi, si musuh pun bertanya kepada Sahabat Ali ra perihal peristiwa yang baru saja terjadi.


Dengan gagah Sahabat Ali ra menjelaskan, jangan sampai saya membunuh musuh karena marah. Saya takut ketika kau meludahi saya dan kemudian kau saya bunuh niat saya sudah tercampuri karena marah kepada mu. Bukan membunuh musuh karena Allah SWT. Akhirnya saya pun memutuskan meninggalkanmu begitu saja, tanpa kau saya bunuh - (kurang lebih seperti itulah penjelasan Sahabat Ali ra). Subhanallah. Sungguh besar sekali pintu maaf dari Sahabat Ali ra.

(Seandainya itu adalah kita, semisal kita memenangkan pertempuran. Musuh kita sudah kalah dan terjatuh. Sementara kita sudah menodongkan pedang ke leher musuh, eeee tiba tiba mulut musuh kita itu nyosor dan cuih….kena deh muka kita sama ludah dia. Apa yang akan terjadi selanjutnya ???)

Suatu ketika, Rasulallah sedang bermajelis dengan para sahabat. Dan Rasulallah bersabda, “akan datang orang penghuni surga”. Para sahabat pun penasaran dan ribut. Siapa gerangan orang yang beruntung itu. Tiba tiba muncul salah seorang sahabat Nabi (saya lupa namanya).

Dan peristiwa itu terjadi berturut turut, tidak sekali saja. Namun, setiap Rasulallah selesai bersabda akan datang orang penghuni surga, selalu saja yang muncul sahabat Nabi yang sama. Itu itu aja. Singkat cerita ada sahabat yang lainnya penasaran. Ingin mengetahui, resep apa yang kemudian bisa disabdakan Rasulallah penghuni surga.

Sahabat itu pun minta ijin bermalam di rumah sahabat penghuni surga itu. Selama tiga malam dia menginap di rumah sahabatnya, namun selama itu menurut dia tidak ada amalan yang luar biasa. Masih sama. Masih standar. Ya sholat malamnya, dzikirnya, puasanya, dan ibadah ibadah yang dikerjakan menurut sahabat yang penasaran itu tidak ada istimewanya. Tapi kenapa ketika Rasulallah bersabda akan datang penghuni surga, dia pula yang muncul.

Penasaran itulah yang kemudian mengantarkan dia bertanya kepada sahabatnya.
“duhai saudaraku, selama saya bermalam disini. Tidak luput saya selalu mengawasi engkau, terlebih dalam hal beribadah. Dan kesimpulanku, tidak ada yang luar biasa. Apa yang engkau kerjakan, itu pula yang kami lakukan. Akan tetapi, kenapa setiap disebut oleh Rasulallah akan datang penghuni surga, selalu saja engkau yang muncul,” tanya sahabat yang bermalam panjang lebar.

Sahabat penghuni surga itupun tersenyum, seraya menjawab “memang betul saudaraku. Ibadah yang aku kerjakan itulah yang engkau saksikan. Tapi ada satu kebiasaan saya yang tidak pernah saya tinggalkan barang sehari pun. Sebelum saya tidur, saya selalu membayangkan saudara saudara saya termasuk yang membuat kesalahan kepada saya. Saya maafkan mereka semua. Saya pun ridho kepada mereka semua, lalu saya doakan untuk mereka semua kebaikan kebaikan. Dan sebelum tidur pun, saya beristighfar kepada Allah atas dosa dosa yang saya kerjakan selama satu hari itu,

Nah itulah yang membuat engkau sebagai penghuni surga, sergah sahabat yang menumpang bermalam sambil memeluk erat bangga.

——————
Gimana sahabat??? sudah saatnya kita memaafkan saudara kita dan kita doakan kebaikan kebaikan untuk saudara kita. Bukankah Allah memiliki nama “Al-Afuwwu” – Maha Pemaaf-, maka ketika kita memaafkan kesalahan orang lain kita sedang berusaha mendekatkan diri dengan Sang Maha Pemaaf.
Bayangkanlah wajah wajah sahabat kita, berdoalah untuk kebaikan kebaikan mereka, maafkanlah kesalahan mereka dan ridholah kita akan kesalahan mereka kepada kita….

Salam dari orang yang belajar memaafkan,,,,,maSSai,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar