jauh sebelum barat mendengungkan go green, Nabi Muhammad yang ummi
tlah melakukannya. berabad silam yang lalu, Beliau yang mulia sentiasa
memperlakukan alam dengan baik. tidak merusak. tidak menghancurkan.
efek dari itu semua, jarang kita dengar di shiroh Nabi terjadi bencana
banjir besar. air bah yang dahsyat. karena tidak ada pengrusakan alam.
tidak ada pembabatan pohon secara liar.
sekarang, saya akan coba mengulas (sedikit) bagaimana Nabi Muhammad
memperlakukan salah satu unsur alam. air.
seperti yang dikisahkan dalam sebuah riwayat, terkait tentang thoharoh
atau bersuci, air adalah unsur utama. jika tidak ditemukan sumber air
maka barulah bertayamum. bersuci dengan debu.
suatu saat, nabi berkumpul dengan para sahabat. dan bersabda (kurang
lebih) ketika kita berwudhu, maka berhematlah kalian dalam penggunaan
air. bahkan seandainya kalian berwudhu dengan air sungai sekalipun.
maha suci Allah yang telah meridhai islam sebagai din. islam adalah
agama fitrah. agama yang sesuai dengan kebutuhan alamiah manusia maupun
sesuai kadar bagi alam itu sendiri.
bisa kita lihat, bagaimana arifnya Rosul memperlakukan air dalam peng
gunaan untuk berwudhu. manusiawi sekali sekiranya ketika kita bertemu
dengan sungai,terlebih airnya super jernih, maka yang ada dalam benak
kita akan langsung untuk segera menceburkan diri kedalamnya. menggunakan
air sesukanya. lha wong sungai kok. gak bakal berkurang airnya. itu
mungkin yang ada di batin kita.
tapi coba kita lihat sabda Rosul di atas. mungkin kalau boleh saya
simpulkan jangan kan untuk mandi, untuk berwudhu saja Rosul melarang
boros penggunaan air walau kita ketemu sungai terlebih dengan airnya
yang super jernih. tinggal bagaimana perlakuan kita untuk menghemat
penggunaan air sungai untuk berwudhu.
saya jadi teringat film omar muchtar, the lion desert. kisah heroik
pejuang islam di Libia melawan penjajah Italia. saat ditangkap dan
dijebloskan kedalam penjara, omar muchtar tidak serta merta meninggalkan
kewajiban menegakkan sholat lima waktu.
ada sepenggal kisah disitu, dimana omar muchtar minta air untuk berwudhu
namun ternyata dikasih air sedikit yang ditampung dalam baskom kecil.
terlihat, omar muchtar tetap berwudhu menggunakan air sedikit tersebut.
semua rukun wudhu beliau tuntaskan dengan sempurna. mulai dari berkumur
sampai membasuh kedua telapak kaki.
dulu, waktu melihat film itu saya masih kecil. belum nalar betul. dan
banyak sekali pertanyaan terkait cara wudhu omar muchtar. kok bisa pula
dia wudhu dengan air yang sedikit itu. apa sah wudhu nya. itulah salah
satu yang mengganjal dalam pikirin ku. waktu itu. masih kecil dan melihat
film itu.
sejalan berlalunya waktu terjawablah sudah. secara tidak sengaja saya
melihat ceramah dari AA Gym. yang kurang lebih beliau menekankan untuk
berhemat dalam penggunaan air untuk berwudhu. beliau katakan, yang disuruh
Nabi bukan mengguyur, bukan pula “menggerojokkan” air ke anggota tubuh
kita. tapi disuruh membasuh/mengusap secara merata ke anggota tubuh kita.
betul juga, batinku. pantas saja omar muchtar tetap berwudhu walaupun
air yang dikasihkan sipir penjara terbatas. dalam satu baskom kecil.
ah, itu kan omar muchtar begitu wudhunya karena air yang dikasih memang
sedikit. lagian kalau dalam penjara segala sesuatunya kan terbatas.
termasuk air untuk berwudhu. mungkin terbersit seperti itu kita dalam
menyikapi cara wudhu omar muchtar.
tapi tunggu dulu sobat, bukankah diatas Rosul juga sudah menyuruh kita
untuk berhemat penggunaan air dalam berwudhu. biarpun kita ketemu sungai.
jadi secara logika wajar saja omar muchtar sebegitu adanya dalam berwudhu.
karena airnya sedikit. satu baskom kecil. tapi, seandainyapun kita ketemu
sungai dengan air yang melimpah tetap juga Islam mengajarkan untuk berhemat
dalam penggunaan airnya. ya memang seperti itulah adanya. dan itulah indahnya
Islam. telah melakukan go green berabad silam yang lalu.
ada kisah lucu terkait wudhu. sekarang ini. disini, kisaran. kemarin waktu
saya sholat maghrib. di tempat wudhu banyak orang yang antri. saya bingung
kok ‘tumben’ macet gini antrian wudhunya. rupanya cuma dua keran yang mengalir
airnya.
tapi ada satu keran. yang dipakai bapak bapak. tidak terlalu muda. tidak pula
terlalu tua. kuperhatikan betul betul dia berwudhu. air keran yang dia pakai
lumayan deras dan kencang. tapi yang membuat saya lebih terhenyak dan bingung.
bapak itu berwudhu secara sempurna memang. mulai dari kumur kumur sampai membasuh kedua
kaki, hanya saja dia mengulang itu. dari awal sampai akhir. secara tuma’ninah.
berurutan lebih dari sekali. tanpa menghiraukan orang yang antri. ditambah sudah
mulai iqomat pula.
berlalu dihadapan saya. seorang laki laki. berkata, ‘kok bisa gitu pula dia?’
oh, mungkin dia salah dan mengulang semuanya sampai tiga kali, jawabku penuh
provokasi. siapa bilang sampai tiga kali, dia itu sudah yang ketujuh, sergah laki
laki itu merajuk seraya masuk ke masjid. glek…ku hanya bisa menelan ludah sendiri
mendengar jawaban laki laki tadi.
aduh… kok bapak itu bisa gitu pula kalau berwudhu. dan kuperhatikan selalu. setiap hari
setiap kali sholat memang seperti itu keadaannya. dengan air keran yang lumayan deras.
mengulang lebih dari sekali. pikirku boros sekali dia dalam berwudhu.
tapi ada satu pelajaran dari bapak itu. setiap ke masjid selalu mengendarai mobil.
lumayan mewah dan bagus. penampilannya pun necis. tidak kampungan. ku simpulkan bapak
itu orang kaya, namun demikian dia rajin ke masjid.
ah, suatu saat ku akan silaturahmi sama dia. karena memang satu komplek.
ada pertanyaan akhirnya, seperti apa kita kalau berwudhu. seperti omar muchtar kah yang
sangat hemat berwudhu seperti yang dicontohkan Nabi. cukup satu baskom kecil. atau kita
kalau berwudhu seperti bapak bapak itu. yang satu jamaah sama saya. dan satu komplek.
ATAU JANGAN JANGAN KITA BERWUDHU LEBIH HEMAT DARI SI OMAR MUCHTAR.KURANG DARI SATU BASKOM KECIL.
ATAU JANGAN JANGAN PULA KITA LEBIH HEMAT LAGI DARI BAPAK SATU JAMA’AH MASJID SAYA,
KARENA KITA MUNGKIN BERWUDHU SEHARI CUMA SEKALI. ATAU DUA KALI. ATAU TIGA KALI.
KARENA KITA MEMANG JARANG SHOLAT ???????
wallahu ‘alam….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar