Pertama kali melihat bahwa Abidal dimasukkan Pelatih Pep Guardiola kala melawan Real Madrid, saya kaget dan merasa kasihan melihat Abidal. Dengan postur tubuh yang tinggi kelihatan sekali dia mengalami susut badan yang banyak hasil dari pasca operasi tumor. Saya kaget karena dengan kondisi dia pasca operasi, kenapa ‘dipaksakan’ bermain. Tentu kebugarannya belum sempurna, sampai sampai saat itu saya berujar dalam hati kasihan sekali dia harus main padahal belum fit pasca operasi gara gara sudah teken kontrak sebagai pemain pro.
Ternyata perkiraan saya salah, bahkan Abidal yang dipasang dan bermain cuma beberapa menit saja membuat dia makin semangat dan ingin bermain lagi. Usai pertandingan dia mengaku senang bisa merumput lagi apalagi dengan perhatian rekan rekannya. Dan dia berharap bisa bermain full, menang dan bisa mengangkat tropi juara. Bahkan kala melawan Real Madrid, Abidal yang bermain sebentar dan tidak mencetak gol malah dia yang dieluk - elukan. Pemain Barca kompak mengangkat dan menjunjung Abidal tinggi tinggi. Sebagai sebuah penghargaan atas kembalinya Abidal pasca operasi. Dan tentu Abidal merasa tersentuh dan gembira.
Rasa persahabatan dan kekeluargaan yang tinggi kemudian dicontohkan Barcelona sekali lagi kala memenangi Liga Champion tahun ini. Dengan Puyol yang cidera, ban kapten dipercayakan kepada Xavi Hernandez sepanjang pertandingan waktu itu. Dan ternyata Xavi sukses menjadi kapten dengan bukti merekalah yang menjadi juara dengan memukul lawan 3 - 1. Tapi lagi lagi, pemain barca ingin memberikan penghargaan besar buat Abidal. Ya..percaya atau tidak, ketika prosesi pengalungan dan pengangkatan tropi juara, ban kapten disematkan di lengan Abidal. Sungguh moment yang menguras air mata saya waktu itu. Saya tidak mengenal mereka, mereka pun tidak mengenal saya, tapi tontonan yang mereka berikan membuat saya terharu dan berkaca kaca mata saya.
Rasa persahabatan yang tinggi, saling memiliki dan kekeluargaan yang teramat besar. Beririsan memang rasa haru saya waktu itu, satu sisi terharu dengan sikap kekeluargaan yang tinggi pemain barca, satu sisi terharu dan sedih melihat kondisi per-bola-an tanah air. Saya yakin, sedikit banyak emosional dan hiburan serta sanjungan penghargaan yang diberikan para pemain barca akan semakin menguatkan dan menyembuhkan rasa sakit Abidal pasca operasi. Begitupun ternyata, Abidal tidak jumawa dan sombong. Dia tidak lupa berterimakasih kepada Puyol dan Xavi yang menjadikan dirinya sang kapten pengangkat tropi juara. Salut.
Teringat saya pada sebuah hadits Rosulullah SAW tentang salah satu kewajiban sesama muslim yakni menjenguk kala ada saudaranya yang sedang sakit. Biar dikata kita tidak membawa buah tangan, tidak menyumbang uang kehadiran kita pun sesungguhnya membantu kesembuhan saudara kita yang sakit. Terlebih disaat menjenguk kita menghibur si sakit, membuat dia tertawa, gembira dan merasa diperhatikan itulah hakikatnya membantu yang bisa menyembuhkan. Tidak usah dipikirkan tidak membawa buah tangan, tidak memberi uang bantuan dijadikan alasan kita tidak menjenguk, karena (sekali lagi) yang disuruh Rosulullah SAW adalah kehadiran kita untuk menjenguk si sakit bukan yang lainnya.
Wallahu ‘alam….
Sebagai fans Real Madrid saya ucapkan selamat dan Barca memang tim terbaik !!! hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar