MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA -)(- MENULIS ITU INDAH, MUSLIM YANG BAIK IALAH YANG SUKA MEMBACA DAN MENULISKANNYA

Rabu, 01 Juni 2011

Jangan Marahi Anak Kita - Renungan Jum’at

Saya sebenarnya sudah lama ingin berbagi cerita perilaku tetangga saya. Kami baru saja pindah kontrakan, dan tepat disamping rumah kontrakan kami ada keluarga dengan dua anak yang kembar. Dilihat dari rumahnya pasangan tersebut adalah orang kaya.



Pertama kali menempati rumah kontrakan baru, saya sering mengernyitkan dahi. Tanda bingung dan seakan tidak percaya melihat dan mendengar apa yang dilakukan tetangga kaya itu. Setiap hari selalu saja dia berkata sama anak anaknya dengan membentak, bilang bego dll. Nadanya sangat keras, sampai sampai saya tidak usah nguping, karena dari kamar sayapun terdengar jelas.

Anak nya kembar masih SD. Setiap saya pergi sholat shubuh rumah sebelah itu pun sudah ramai. Itu artinya anaknya pun sudah bangun, dan sambil menunggu abang becak datang mereka belajar sama mama nya. Dan lagi lagi disitu saya mendengar “kekerasan” secara verbal. Setiap menjelang tidur mereka juga belajar dulu, dan lagi lagi kekerasan verbal itu pun terdengar jelas dari kamar saya, padahal jam sudah menunjukan sepuluh malam.

Saya jadi teringat kata Mba Neno Warisman, di suatu acara setiap Jum’at di TVRI (lupa nama program acaranya). Disitu dia berbagi kisah tentang penelitan akibat kekerasan verbal / marah. Dikatakannya, sang peneliti menempatkan alat alat canggih ke tubuh seorang anak yang terhubung ke monitor dan komputer. Dan dia dalam kondisi tenang, terlihat di monitor layar penelitian membentuk gambar yang sangaaaaaaatt indah. Diafragma warna warni penuh keharmonisan, sangat beraturan dan sangat indah.

Hingga pada akhirnya, sang anak dimarahi. Apa akibatnya?? diafragma warna warni yang harmonis dan beraturan tersebut hancur berantakan menjadi tak berbentuk dan merusak keindahan susunan warna. Secara langsung.

Sang peneliti berujar, bahwa diafragma warna warni itu menggambarkan syaraf otak dari si anak. Dan dari percobaan penelitian itu jelas menggambarkan bahwa ketika anak tenang, kondisi damai dan tidak dimarahi susunan saraf otak itu berirama indah sesuai tugasnya. Namun ketika dimarahi, sekonyong konyong susunan saraf otaknya menjadi tak berirama dengan indahnya. Artinya terjadi gangguan disana.

Jadi bro, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak memarahi anak kita. Kalaupun ingin memarahinya, pergunakanlah hikmah, lembut sehingga tidak mengganggu susunan saraf otak anak. Bagaimana caranya? saya kira Anda lebih berpengalaman.

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari)

nb : gara gara tetangga saya suka marah marah, anak saya pun jadi ikut ikutan marah, dan ternyata dua anak kembar si ibu tetangga saya itupun sering main sandiwara diantara mereka. yang satu jadi mama, yang satu jadi anaknya. dan aktingnya adalah MEMARAHI MEMARAHI MEMARAHI dengan kata kata meniru dan mencontoh persis kata kata mamanya waktu dia memarahi mereka. Wallahu ‘alam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar